Peneliti Inggris Ungkap Rotasi Bumi Terus Melambat, Durasi Sehari Berpotensi 25 Jam Serambinews com

Ringkasan Berita:

  • Rotasi Bumi melambat berdasarkan riset Durham University, dengan penambahan durasi sekitar 2 milidetik setiap abad dari analisis data astronomi ribuan tahun.
  • Sehari berpotensi menjadi 25 jam dalam skala jutaan tahun, namun perubahan ini belum berdampak pada kehidupan manusia saat ini.
  • Tarikan gravitasi Bulan jadi faktor utama, diperkuat perubahan distribusi massa Bumi, pencairan es kutub, gempa bumi, dan dinamika inti planet.

 

SERAMBINEWS.COM – Para peneliti dari Durham University, Inggris, mengungkapkan bahwa rotasi Bumi mengalami perlambatan secara bertahap.

Temuan ini diperoleh dari analisis data astronomi jangka panjang yang menunjukkan perubahan tempo perputaran planet dari waktu ke waktu.

Rotasi Bumi merupakan gerakan planet berputar pada porosnya dari arah barat ke timur.

Dalam kondisi normal, satu kali putaran membutuhkan waktu sekitar 23 jam 56 menit 4 detik, yang kemudian dibulatkan menjadi 24 jam sebagai satu hari kalender.

Perputaran tersebut berlangsung pada sumbu imajiner yang miring sekitar 23,5 derajat terhadap bidang orbit Bumi saat mengelilingi Matahari.

Kemiringan inilah yang turut memengaruhi pergantian musim di berbagai belahan dunia.

Meski terus bergerak, rotasi Bumi tidak dirasakan secara langsung oleh makhluk hidup. Hal ini karena gaya gravitasi Bumi menjaga segala sesuatu tetap menempel di permukaan, sehingga pergerakan planet berlangsung stabil tanpa efek guncangan.

Secara ilmiah, rotasi Bumi dipengaruhi oleh momentum awal saat tata surya terbentuk.

Selain faktor internal seperti distribusi massa di dalam Bumi, tarikan gravitasi dari benda langit lain juga ikut berperan dalam menentukan kecepatan rotasi.

Rotasi inilah yang menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam. Wilayah Bumi yang menghadap Matahari mengalami siang hari, sementara bagian yang membelakangi Matahari berada dalam kondisi malam.

Selain itu, rotasi Bumi juga membuat Matahari tampak terbit dari arah timur dan terbenam di barat, sekaligus menjadi dasar pembagian zona waktu di seluruh dunia.

Dampak lainnya adalah munculnya gaya Coriolis, yang berpengaruh terhadap arah pergerakan angin dan arus laut di berbagai wilayah Bumi.

Baca juga: 10 Negara Ini Tak Rayakan Tahun Baru 1 Januari, Tetangga Indonesia Termasuk

Perubahan Waktu

Para peneliti Inggris mengatakan, pelambatan rotasi bumi membawa dampak perubahan waktu.

Nantinya, periode waktu menjadi 25 jam dalam sehari, dan bukan lagi 24 jam.

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini

Berita Populer

Hi & Welcome

Nice to meet you!

My name is Stacey and I write about money in a way that makes sense. Whether you’re paying off debt, growing your career, or finally starting to invest, I’m here to help you make confident, informed choices with your money.

Read more

Subscribe & Follow

Get real-world tips to help you grow, save, and thrive.

Browse by Category